Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama kali ketika beliau berdiam diri di Gua Hiro’, bermunajad, merenung. Di tengah-tengah kegiatannya itu, datanglah malaikat Jibril mengunjungi beliau atas perintah Allah SWT. Ketika Rasulullah sudah menjadi Nabi dan Rasul, Abu Bakar mendengar kabar tersebut ketika beliau baru saja pulang dari berniaga. Sebelum dan saat pertama masuk islam, kekayaan yang dimiliki oleh Abu Bakar sebesar 40 ribu dinar atau setara dengan kira-kira Rp 9.35 milliar.

Di awal beliau memeluk islam, Abu Bakar sering sekali menginfakkan uangnya untuk kepentingan dakwah Rasulullah SAW, kegiatan-kegiatan sosial, menebus budak-budak serta orang-orang lemah yang disiksa majikannya karena memeluk islam. Dari kegiatan infakkan uang yang beliau lakukan, ketika beliau hijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW, sisa kekayaan yang ada sebesar lima hingga enam ribu dirham atau setara dengan Rp 981 juta saja.

Aisyah menerangkan bagaimanakah sifat dari sang ayah. Sang ayah, Abu Bakar, adalah sahabat rasul yang terkenal akan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar, memiliki azimah (keinginan keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakkal kepada Allah dan yakin dengan segala janji-Nya. Beliau tidak pernah berpikir tentang akan mendapatkan apa nanti kedepannya. Dia hanya memikirkan bahwa apa yang dipikulnya menjadi tanggung jawabnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *