Artikel

SERBA SERBI DONOR DARAH DAN BERBAGAI MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN
SERBA SERBI DONOR DARAH DAN BERBAGAI MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN

Beberapa orang mungkin sudah cukup memahami hal-hal seputar donor darah. Bahkan sudah banyak juga yang berminat untuk mendonorkan darahnya. Namun, tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Oleh karena itu, ada beberapa  hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan donor darah. Berikut ini akan kami rangkum dari berbagai sumber seputar donor darah:


Apa itu Donor Darah?

Donor darah merupakan sebuah prosedur sukarela yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Darah dari setiap pendonor akan dikumpulkan lewat jarum steril sekali pakai, kemudian ditampung dalam kantong darah steril. Dilansir dari American Association of Blood Banks, umumnya dalam satu kali pendonoran, darah akan diambil sebanyak sekitar 500 ml atau sekitar kurang lebih 8% dari total keseluruhan darah Anda. Prosedur donor darah dapat dilakukan dengan menyumbangkan darah utuh atau komponen darah tertentu seperti trombosit atau plasma. Dalam pendonoran komponen darah tertentu, jumlah yang dapat diambil akan tergantung pada tinggi badan, berat badan, dan jumlah trombosit pendonor.


Syarat untuk melakukan Donor Darah

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa tidak semua orang diperbolehkan melakukan prosedur donor darah. Maka dari itu, kami melansir dari website resmi Palang Merah Indonesia (PMI), syarat-syarat yang perlu dipenuhi jika ingin mendonorkan darah yaitu:

  1. Usia yang diperbolehkan mendonorkan darah yaitu 17 sampai 60 tahun
  2. Dinyatakan lolos dalam pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah
  3. Memiliki berat badan tidak kurang dari 45 kg
  4. Tekanan darah harus berada pada angka 100-170 (sistole) dan 70-100 (diastole)
  5. Kadar hemoglobin darah saat pemeriksaan harus berkisar antara 12,5 gr – 17 gr
  6. Interval donor darah minimal 12 minggu atau tiga bulan sejak donor darah sebelumnya.


Manfaat Donor Darah

Manfaat dari donor darah utamanya tentu untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Darah yang telah didonorkan dapat diberikan pada orang yang membutuhkan pertolongan seperti, korban kecelakaan, pengidap kanker atau kelainan darah, bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu, dan orang yang menjalani operasi besar. Namun pendonor juga tidak perlu merasa khawatir akan dirugikan. Donor darah tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tetapi juga bagi para pendonor. Dilansir dari halodoc dan hellosehat, berikut ini adalah manfaat donor darah untuk kesehatan pendonor:

  • Menjaga kesehatan jantung dan memperlancar aliran darah. Jika melakukan donor darah secara teratur, maka dapat mengurangi kekentalan darah yang merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung. Donor darah juga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke.
  • Meningkatkan produksi sel darah merah. Dengan rutin melakukan donor darah, tubuh pun terpicu untuk melakukan pembentukan darah baru yang segar. Hal ini karena saat melakukan donor darah, sel darah merah akan berkurang. Sumsum tulang belakang pun akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang.
  • Mengurangi risiko kanker. Donor darah juga dapat mengurangi risiko kanker, seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker tenggorokan.
  • Membakar kalori. Dengan mendonorkan darah sekitar 500 ml, juga dapat sekaligus membakar kalori pendonor sekitar 650 kalori.


Tata cara Donor Darah

Proses donor darah akan memakan waktu selama kurang lebih satu jam. Namun, dalam proses pengambilan darah itu sendiri, sebetulnya hanya berlangsung sekitar 8 sampai 10 menit saja. Dilansir dari halodoc, secara umum langkah-langkah proses pendonoran darah yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap registrasi. Para calon pendonor akan diminta untuk menunjukkan kartu identitas (KTP/SIM/Paspor) dan kartu donor (jika punya) lalu mengisi formulir pendaftaran seputar identitas diri, termasuk nomor identitas donor (khusus pendonor rutin).
  2. Tahap pemeriksaan kesehatan. Petugas pelayanan akan mewawancarai pendonor seputar riwayat kesehatan dan penyakit yang diderita. Pada tahap ini, tekanan darah, kadar hemoglobin, suhu tubuh, dan nadi para pendonor akan diukur.
  3. Tahap donasi. Donor darah dilakukan dalam posisi duduk ataupun berbaring. Jarum steril akan dimasukkan ke kulit siku bagian dalam selama 8 sampai 10 menit. Setelah proses pengumpulan darah selesai, petugas akan menutup area bekas suntikan dengan perban.
  4. Tahap istirahat. Para pendonor akan diberi waktu untuk memulihkan diri dengan menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh penyelenggara atau petugas kesehatan untuk mengisi kembali tenaga setelah kehilangan banyak volume cairan.


Sebagian orang mungkin akan merasakan efek samping setelah melakukan donor darah seperti pusing atau sakit perut. Namun pada umumnya akan tetap merasa baik-baik saja dan bisa langsung melanjutkan aktivitas. Maka dari itu, donor darah tidak terlalu menakutkan seperti yang banyak orang bicarakan. Apalagi jika kita sudah mengetahui manfaat-manfaat yang akan kita dapatkan setelah melakukan donor darah. Jadi tunggu apa lagi, yuk mulai membiasakan diri untuk donor darah. 



TOP