Artikel

SERIBU SENYUM BERBAGI BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK ANAK YATIM AKIBAT COVID 19
SERIBU SENYUM BERBAGI BEASISWA PENDIDIKAN UNTUK ANAK YATIM AKIBAT COVID 19

Pandemi COVID-19 sampai saat ini masih dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Tak terkecuali anak-anak yang kehilangan keluarga bahkan orangtuanya karena COVID-19. Hal tersebut menyebabkan banyak anak berstatus yatim, piatu, dan yatim piatu.

Sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang kehilangan orangtuanya karena COVID-19, Seribu Senyum bekerja sama dengan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur dan Pimpinan Daerah Aisyiyah kota Surabaya dan Mojokerto menggelar kegiatan “Gerakan Aisyiyah Cinta Anak (GACA)” pada hari Selasa (05/10) di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya, dan hari Sabtu (09/10) di MI Nuurul Fallah, Mojokerto.

Ketua MKS PWA Jatim, Budiyati mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan psikologis anak dan melakukan trauma healing pada anak-anak yang orangtuanya meninggal karena COVID-19. Terdapat 80 anak yatim-piatu yang tersebar di Surabaya dan Mojokerto yang mengikuti kegiatan ini dan didampingi

“Dari asesmen data yang masuk, mayoritas anak-anak yang ditinggal orang tuanya merasa sangat sedih. Ada yang mengalami gangguan makan, depresi, bahkan sulit tidur. Merasa cemas karena setelah orang tuanya meninggal merasa tidak ada yang melindunginya lagi,” ungkap Budiyati.


Budiyati menambahkah, bahwa dibutuhkan kehadiran banyak pihak dari lintas organisasi, lembaga, dan profesi untuk saling berkolaborasi melakukan pendampingan terhadap anak. Yang artinya, harus dipastikan bahwa anak-anak sudah mendapatkan pengasuhan yang benar. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi pada anak, sampai bahkan traficking atau perdagangan anak untuk tujuan-tujuan eksploitatif.

Manajer Seribu Senyum M Syafrizal Izaqi juga menambahkan, bahwa dukungan yang diberikan untuk anak terdampak COVID-19 dapat dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak, misalnya biaya sekolah, pembelian alat-alat sekolah, kegiatan rekreatif, pemenuhan gizi.

“Lalu, keberlanjutan dukungan jangka panjang bantuan akan diberikan setelah melalui asesmen lanjutan berupa beasiswa, pengadaan peralatan, subsidi pembayaran PDAM dan listrik rumah” jelas Syafrizal Izaqi.

Selanjutnya, untuk mencegah anak-anak terulang menjadi korban karena dampak COVID-19, Seribu Senyum dan PW Aisyiyah tidak hanya membantu dan menyalurkan bantuan saja, tetapi pendampingan pada anak dan perempuan yang sifatnya berkelanjutan atau berdampak jangka panjang.


PROSPE_IDS

TOP