Artikel

YUK, KETAHUI APA ITU STUNTING
YUK, KETAHUI APA ITU STUNTING

YUK KENALAN DENGAN STUNTING

Gizi merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh seorang anak di masa pertumbuhannya. Apabila seorang anak mengalami kekurangan gizi sejak 1000 hari kehidupannya, hal tersebut akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Dan apabila masalah gizi tersebut tidak segera diatasi dengan baik, seorang anak akan terancam mengalami stunting.

Bunda dan ayah, apakah sudah mengetahui apa itu stunting? Mari kita simak secara lengkap disini

Apa itu Stunting?

Menurut WHO (2018) Stunting merupakan kegagalan untuk mencapai potensi pertumuhan seseorang yang disebabkan oleh malnutrisi kronis dan penyakit berulang selama masa kanak-kanan. Hal ini dapat membatasi kapasitas fisik dan kognitif anak secara permanen dan menyebabkan kerusakan yang lama.

Sedangkan menurut Kemenkes (2017), Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Dapat disimpulkan bahwa stunting adalah merupakan suatu gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada anak. Pertumbuhan anak tersebut cenderung lebih rendah dari standar usianya. Meskipun, tidak semua anak dengan kasus bertubuh pendek dari usia rata-ratanya diakibatkan oleh stunting. Akan tetapi, semua anak yang mengalami stunting pasti memiliki tubuh yang pendek.

Ciri-ciri Stunting pada Anak 

Ciri utama stunting pada anak bisa diukur dari tinggi badan anak. Tinggi badan yang berada di bawah standar dari usianya atau di bawah normal bisa dikatakan sebagai stunting.

Namun, tidak semua masalah tinggi badan ini menunjukkan stunting. Karena faktor genetik juga berpengaruh dalam tinggi badan. Kemudian harus ada pemeriksaan lebih lanjut, mulai dari pengukuran tinggi badan, dan juga secara medis.

Selain tinggi badan, ada beberapa ciri-ciri atau gejala lain yang menunjukkan seorang anak mengalami stunting. 

Ciri-ciri tersebut diantaranya:

  • Pertumbuhan anak melambat, dan cenderung lebih pendek dari anak seusianya.
  • Wajah anak terlihat lebih muda dari rata-rata anak seusianya.
  • Kemampuan belajar yang buruk, terutama dalam kemampuan fokus, dan juga memori.
  • Pada usia anak sekitar 8 sampai 10 tahun anak cenderung pendiam, dan tidak bisa fokus, terutama dalam kontak mata.
  • Berat badan juga mengalami penurunan, terutama pada balita.
  • Pada anak perempuan mengalami telat menstruasi pertama atau menarche.
  • Cenderung lebih mudah terkena penyakit.

Dampak dari Stunting

Ketika seorang anak mengalami stunting, maka akan berpengaruh pada kesehatannya. Tidak hanya pada pertumbuhan secara fisik saja, melainkan juga bisa berpengaruh pada kesehatan dan juga kemampuan belajarnya.

Kemudian dampak dari stunting adalah sebagai berikut:

  • Perkembangan otak terganggu yang bisa dilihat dari kemampuan kognitif si kecil, sehingga anak sulit belajar.
  • Sistem imun tubuh terganggu, sehingga kekebalan tubuh sangat lemah dan mudah terserang penyakit.
  • Risiko terserang penyakit pada pembuluh darah, hingga serangan jantung.

Akibat dari stunting ini juga sangat berpengaruh saat anak sudah berusia dewasa. Nah, apa saja masalah anak stunting saat mereka sudah dewasa?

  • Tinggi badan anak saat dewasa akan kurang dari 145 cm.
  • Ibu hamil yang saat kecil stunting akan membuat pertumbuhan janin terganggu. Hal terjadi karena aliran darah ke janin terhambat, sehingga bayi yang akan dilahirkan juga sangat berisiko.
  • Bayi yang dilahirkan dari ibu yang tubuhnya pendek akibat stunting juga akan mengalami risiko stunting, bahkan komplikasi medis.
  • Bayi yang lahir dari kondisi stunting juga akan mengalami gejala yang sama.


TOP