Siswa perguruan beladiri Tapak Suci Seribu Senyum (TSSS) berjumlah 20 anak sedang mengikuti uji kenaikan tingkat, Sabtu-Minggu (21-22/19). Bertempat di SMP Muhammadiyah 2, siswa TSSS terdiri dari berbagai kampung dampingan yang diinisaisi oleh Yayasan Seibu Senyum. Mengikuti berbagai arahan dari kader pelatih sebelum dan saat mengikuti ujian. Sebelum dimulai, ujian dibuka oleh ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Kota Surabaya

Dalam sambutannya, menyebut para siswa dan kader TSSS mestinya bangga menjadi bagian dari perguruan beladiri ini. Sebab, belajar beladiri tak hanya untuk membekali ilmu pembelaan diri saja, tapi untuk membela kepentingan agama. (ujar-nya)

Tapak, kata Sudarusman berarti telapak tangan. Di dalam telapak tangan tiap orang, mempunyai lambang angka arab. Pada telapak tangan kanan, membentuk lambang yang berarti angka 18. Sedangkan dalam telapak tangan kiri membentuk lambang yang berarti angka 81. Jika kedua tangan ini disatukan, maka kedua angka tersebut sejumlah 99 yang berarti Asmaul Husna. “Jadi kita ini membawa ke-99 nama Allah, Asmaul Husna,” kata Sudarusman

Sedangkan kata “Suci”, Sudarusman lanjut berarti bersih atau terpelihara. Menurutnya, seorang pesilat tidak menggunakan tangannya atau ilmunya untuk menyakiti orang lain jika tak berhak disakiti. Selain itu, tangan seharusnya terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang membuat dosa, seperti mencuri, dan lain-lain.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat